
|
Aqidah
Salaf As-Sholih
"Hai
sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu
dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu
saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS.
4:1) Lanjutan..... Keutamaan
seseorang tidak hanya ditentukan dari kewajiban-kewajiban yang sudah
dikerjakannya, namun juga oleh sejauh mana ia mengerjakan sunnah-sunnah
Rasulullah SAW. Lihatlah wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Umar bin
Khattab RA saat sudah dekat ajalnya. Dalam sebuah riwayat diriwayatkan
yang artinya: Kalau
kita perhatikan kehidupan Salaf Ash-Shaleh akan kita dapatkan kesimpulan
bahwa mereka persis seperti pernyataan: Bahkan
kita dapatkan bagaimana kalau seseorang sudah kecapaian karena kerja
keras di siang hari, sang isteri berperan untuk mengingatkan seperti
riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Rojab Rahimahullah yang artinya: Yang
harus menjadi catatan kita bahwa sebaik-baik ibadah itu adalah yang
kontinyu dan berdasar petunjuk Nabi SAW. Abu Ubaidah bin Al-Mursanna
berkata yang artinya: Oleh
karena itu Ibnu Mas'ud Rahimahullah mendapatkan bahwa ibadah para
tabi'in itu lebih banyak dari para Shahabat, ucapannya yang artinya: Oleh
karena itu batasan yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam kaitannya dengan
ibadah dhahir ini diantaranya yang artinya: Semoga
kita diberikan hidayah dan kekuatan untuk mengikuti para Salaf
Ash-Shaleh Ridhwanullah alaihim, amin. TAMAT
[Kembali Kehalaman Utama] [Kehalaman Indeks]
|