|
Konsep
Al-Wala' Wal-Bara' Dalam Aqidah Islam
I
"Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin (mu): sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagiaa yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil
mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang
yang zalim " (QS.
Al-Maidah: 51)
Definisi
Al-Wala' Wal-Bara'
Kata al-wala' menurut bahasa berarti; mencintai, menolong,
mengikuti, mendekat kepada sesuatu. Kata al-wala' menurut terminologi
syariat berarti; penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang
disukai dan diridhoi Allah berupa perkataan, perbuatan, kepercayaan, dan
oarng. Wilayah al-wala'; apa yang dicintai Allah. Ciri utama wali Allah;
mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah,
ia condong dan melakukan semua itu dengan penuh komitmen.
Kata
al-bara' menurut bahasa berarti; menjauhi, membersihkan diri, melepaskan
diri, memusuhi. Kata al-bara' menurut terminologi syariat berarti;
penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dibenci dan dimurkai
Allah dari perkataan, perbuatan, kepercayaan serta orang. Wilayah
al-bara'; apa yang dibenci Allah. Ciri utama al-bara'; membenci apa yang
dibenci Allah secara menerus dan penuh komitmen.
Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' adalah penyesuaian diri seorang hamba terhadap
apa yang dicintai dan diridhoi Allah serta apa yang dibenci dan dimurkai
Allah dalam perkataan, perbuatan, kepercayaan dan orang.
Kaitan-kaitan
Al-Wala' Wal-Bara dibagi menjadi 4
-
Perkataan;
zikir dicintai Allah, mencela dan menuduh dibenci Allah.
-
Perbuatan;
(sholat, puasa, zakat, sedekah, dan berbuat kebajikan) dicintai
Allah, (riba, zina, minum khamr) dibenci Allah.
-
Kepercayaan;
(iman, tauhid) dicintai Allah, (kufur, syirik) dibenci Allah.
-
Orang;
orang beriman yang mengesakan Allah dicintai Allah, orang kafir dan
musrik dibenci Allah
Kedudukan Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' dalam Syariat Islam.
-
Bagian
penting dari makna syahadat
-
Bgaian
dari ikatan iman yang terkuat
-
Sebab
utama hati bisa rasakan manisnya iman
-
Tali
hubungan di atas mana masyarakat Islam dibangun
-
Meraih
pahala yang sangat besar
-
Perintah
syariat untuk dahulukan hubungan ini daripada hubungan lain
-
Jika
konsep ini teraplikasi, akan memperoleh walayatullah (lindungan dan
kewalian dari Allah)
-
Tali
penghubung yang kekal di antara manusia hingga hari kiamat
-
Syarat
sahnya ucapan syahadat
-
Jika
konsep ini tidak dijalankan, menjadi kafir.
-
Penyempurna
keimanan
Aqidah Al-Wala' Wal-Bara'
-
Wajib;
9:24, 2:165, 3:128, 3:141, 5:51
-
Salah
satu konsekuensi dan syarat sahnya syahadat
Pembagian manusia berdasarkan Aqidah Al-Wala' Wal-Bara' ada 3 bagian
-
Orang
yang berhak mendapatkan wala' (loyalitas) mutlak:
Orang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan
perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah dengan ikhlas karena
Allah.
-
Orang
yang berhak mendapat wala' di satu sisi dan bara' di sisi lain:
Muslim yang melakukan maksiat, yang melalaikan sebagian kewajiban
agama, melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan Allah namun
tidak menyebabkan ia menjadi kufur dengan tingkatan kufur besar.
-
Orang
yang berhak mendapat bara' mutlak:
Orang musyrik, kafir (Yahudi, Nasrani, Majusi, dll)
Syarat mendapat 'Kewalian' dari Allah
-
Berakal
-
Baligh
-
Kesesuaiannya
dengan apa yang dicintai dan dibenci Allah
-
Mengetahui
dasar-dasar agama
-
Mengetahui
masalah-masalah furu' dalam syariat Islam
-
Mempunyai
akhlak terpuji
-
Takut
kepada Allah
Tingkat Wali-Wali Allah (Faatir:32)
-
As-Sabiquun
Fil Khairat
-
Al-Muqtashid
-
Az-Zhalimu
Linafsihi
Hak-Hak Al-Wala'
-
Hijrah
-
Membantu
dan menolong kaum muslimin
-
Terlibat
dalam permasalahan kaum muslimin
-
Mencintai
kaum muslimin seperti mencintai diri sendiri
-
Tidak
mengejek, melecehkan, mencari aib dan berghibah serta menyebarkan
namimah kepada kaum muslimin
-
Mencintai
dan selalu berusaha berkumpul bersama kaum muslimin
-
Melakukan
apa yang menjadi hak kaum muslimin (menjenguk yang sakit, mengantar
jenazah, dll)
-
Bersikap
lembut, mendoakan serta memohon ampun bagi kaum muslimin
-
Amar
ma'ruf nahi munkar serta menasehati kaum muslimin
-
Tidak
cari-cari aib dan kesalahan kaum muslimin serta buka rahasia mereka
kepada musuh Islam
-
Memperbaiki
hubungan di antara kaum muslimin
-
Tidak
menyakiti kaum muslimin
-
Bermusyawarah
dengan kaum muslimin
-
Ihsan
dalam perkataan dan perbuatan
-
Bergabung
dalam jamaah kaum muslimin dan tidak berpisah dengan mereka
-
Tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Bersambung...
[Kembali Kehalaman Utama]
[Kehalaman
Indeks]
|